Kamis, April 3, 2025
BerandaDegenPenjahat Siber Kian Canggih, Investor Kripto Jadi Target Utama

Penjahat Siber Kian Canggih, Investor Kripto Jadi Target Utama

Date:

Related stories

Changpeng Zhao Donasikan BNB untuk Bantuan Bencana di Thailand dan Myanmar

Changpeng "CZ" Zhao, salah satu pendiri Binance, mengumumkan donasi...

Elon Musk Gabungkan xAI dengan X dalam Kesepakatan Besar yang Bisa Mengubah Internet

Elon Musk kembali membuat gebrakan besar di dunia teknologi...

SEC Menutup Investigasi terhadap Platform NFT OpenSea

Pendiri OpenSea, Devin Finzer, mengumumkan bahwa SEC telah menutup...

Penipuan ‘Pig Butchering’ Meningkat 40%, Pelaku Bergerak Lebih Cepat dan Canggih

Penipuan 'pig butchering' mengalami peningkatan signifikan sebesar 40% dalam...

Pendapatan Aplikasi Solana Naik 213% di Kuartal Keempat 2024

Ekosistem Solana mencatat lonjakan pendapatan aplikasi sebesar 213% pada...

Keamanan aset digital semakin terancam dengan berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang. Para pelaku kejahatan kini memiliki setidaknya 24 metode untuk mengincar investor kripto dan menguras dompet digital mereka dalam hitungan detik.

Lonjakan Kejahatan Siber di Dunia Kripto

Dunia kripto saat ini tidak hanya menjadi ladang investasi, tetapi juga sasaran empuk bagi para penjahat siber. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa investor kripto menghadapi ancaman yang semakin kompleks, mulai dari phishing, serangan malware, hingga penipuan skema investasi.

Menurut para pakar keamanan siber, para penjahat kini menggunakan teknik yang lebih canggih untuk mengecoh korban dan mencuri aset digital. Dari sekian banyak metode, berikut adalah beberapa yang paling sering digunakan:

1. Serangan Phishing

Pelaku mengirim email atau pesan yang tampak resmi untuk menipu korban agar memberikan informasi sensitif atau mengunduh malware.

2. Malware Pencuri Kripto

Penjahat siber menyebarkan perangkat lunak berbahaya yang dapat mencuri kunci pribadi (private key) atau informasi login dompet kripto pengguna.

3. Penipuan Investasi

Banyak investor terjebak dalam skema investasi palsu yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat, hanya untuk kehilangan aset mereka sepenuhnya.

4. Serangan SIM Swap

Pelaku mengambil alih nomor telepon korban untuk melewati otentikasi dua faktor dan mengakses akun kripto mereka.

5. Aplikasi Palsu

Banyak aplikasi dompet dan platform pertukaran kripto palsu yang didesain untuk mencuri kredensial pengguna.

6. Penipuan Giveaway

Penjahat siber menggunakan media sosial untuk menawarkan giveaway palsu, meminta korban mengirim kripto dengan janji akan mendapatkan lebih banyak sebagai imbalannya.

Kehilangan Aset Kripto dalam Sekejap

Selain metode di atas, masih banyak teknik lain yang digunakan untuk menipu investor. Beberapa di antaranya adalah penipuan NFT, serangan ransomware, skema Ponzi, hingga manipulasi harga kripto dalam strategi “pump and dump.”

Menurut para ahli, para penjahat siber bisa menguras dompet digital korban dalam hitungan detik jika mereka berhasil menembus sistem keamanan atau mengecoh korban agar memberikan akses ke dompet mereka.

Bagaimana Melindungi Diri dari Kejahatan Kripto?

Para pakar keamanan menyarankan beberapa langkah penting untuk melindungi aset digital dari ancaman kejahatan siber, di antaranya:

  1. Gunakan autentikasi dua faktor (2FA) untuk setiap akun kripto Anda.
  2. Hindari mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui email atau media sosial.
  3. Simpan kunci pribadi Anda secara offline dalam dompet hardware yang lebih aman.
  4. Selalu verifikasi sumber informasi sebelum melakukan transaksi atau investasi.
  5. Gunakan layanan pertukaran dan dompet yang terpercaya serta telah memiliki rekam jejak keamanan yang baik.

Dengan meningkatnya jumlah kasus penipuan dan serangan siber di dunia kripto, investor harus lebih waspada dan berhati-hati dalam mengelola aset digital mereka. Keamanan adalah kunci utama untuk menghindari kehilangan dana akibat aksi kejahatan siber yang semakin agresif.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories