Elon Musk kembali membuat gebrakan besar di dunia teknologi dengan menggabungkan perusahaan kecerdasan buatannya, xAI, dengan platform media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). Kesepakatan ini dilakukan melalui transaksi saham senilai $45 miliar, yang menilai xAI sebesar $80 miliar dan X sebesar $33 miliar, termasuk $12 miliar dalam bentuk utang.
Musk menekankan bahwa merger ini bertujuan untuk menyatukan data, model kecerdasan buatan, dan talenta dari kedua perusahaan. Langkah ini diharapkan membuka potensi besar dalam menciptakan pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan bermakna di dunia digital.
CEO X, Linda Yaccarino, juga menyambut baik penggabungan ini. Musk berencana membentuk perusahaan induk baru di Texas dan tetap mempertahankan kontrol atas utang yang dimiliki X. Sejak mengakuisisi Twitter pada tahun 2022 dengan harga $44 miliar, Musk telah melakukan berbagai restrukturisasi besar, termasuk perubahan nama menjadi X serta inovasi fitur yang menghasilkan hampir $1 miliar dalam ekuitas baru dan pertumbuhan signifikan dalam pendapatan iklan.
Integrasi ini diperkirakan akan memberikan keunggulan kompetitif bagi xAI, terutama melalui penggabungan Grok, chatbot milik xAI, yang akan meningkatkan kecerdasan platform X secara keseluruhan. Dengan demikian, X tidak hanya menjadi media sosial, tetapi juga platform berbasis AI yang lebih interaktif dan intuitif bagi penggunanya.
Sebelumnya, pada Desember 2024, xAI berhasil mengumpulkan tambahan dana sebesar $6 miliar dalam putaran pendanaan yang didukung oleh investor besar seperti Fidelity, BlackRock, dan Sequoia Capital, menjadikan total pendanaan perusahaan lebih dari $12 miliar.
Langkah ini mencerminkan strategi besar Elon Musk dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan media sosial. Tujuan akhirnya adalah menciptakan pengalaman pengguna yang lebih dinamis dan mempercepat kemajuan manusia dalam memahami dunia digital dan alam semesta.