Tigran Gambaryan, seorang eksekutif senior Binance, dilaporkan masih ditahan oleh otoritas Nigeria di tengah penyelidikan terhadap operasi bursa kripto global tersebut di negara tersebut.
Latar Belakang Penahanan
Gambaryan, yang menjabat sebagai Kepala Kepatuhan Kejahatan Keuangan di Binance, telah ditahan sejak pertemuannya dengan pejabat Nigeria awal Maret 2025. Menurut laporan, ia bersama rekannya, Nadeem Anjarwalla, dipanggil oleh otoritas setempat untuk berdiskusi mengenai kebijakan Binance di Nigeria, tetapi pertemuan itu berujung pada penahanan mereka.
Anjarwalla, yang menjabat sebagai Direktur Regional Binance untuk Afrika, dilaporkan berhasil melarikan diri, sementara Gambaryan tetap dalam tahanan.
Nigeria vs Binance: Masalah Regulasi dan Pajak
Penahanan eksekutif Binance ini terjadi setelah Nigeria meningkatkan tekanan terhadap bursa kripto, menuduh Binance telah berkontribusi pada ketidakstabilan nilai tukar Naira (mata uang Nigeria) dan melakukan pelanggaran pajak. Pemerintah Nigeria bahkan mengeluarkan tuntutan pajak sebesar $10 miliar kepada Binance, mengklaim bahwa platform tersebut telah memfasilitasi perdagangan ilegal dan spekulasi yang memengaruhi ekonomi negara.
Otoritas setempat juga menuduh Binance mengizinkan transaksi yang tidak terpantau, yang dapat digunakan untuk pencucian uang dan kejahatan finansial lainnya.
Reaksi Binance dan Komunitas Kripto
Binance telah meminta agar Gambaryan dibebaskan, mengingat statusnya sebagai kepala kepatuhan yang tidak terlibat dalam pengambilan keputusan bisnis atau operasional perusahaan di Nigeria. Bursa tersebut juga menegaskan bahwa mereka selalu berupaya untuk mematuhi regulasi di berbagai negara tempat mereka beroperasi.
Komunitas kripto global bereaksi keras terhadap penahanan ini, dengan beberapa tokoh industri menyerukan agar Nigeria bertindak secara adil dan transparan dalam menangani sengketa dengan Binance.
Dampak Terhadap Pasar Kripto di Nigeria
Nigeria merupakan salah satu pasar kripto terbesar di Afrika, dengan banyak warga yang menggunakan aset digital sebagai alternatif terhadap mata uang fiat yang mengalami inflasi tinggi. Namun, tekanan regulasi terhadap Binance dan eksekutifnya dapat menyebabkan ketidakpastian bagi investor kripto di negara tersebut.
Jika Binance terpaksa membatasi atau menghentikan operasinya di Nigeria, hal ini dapat berdampak signifikan terhadap adopsi kripto di negara tersebut serta hubungan antara regulator Nigeria dan industri aset digital secara global.
Saat ini, masih belum jelas apakah Nigeria akan segera membebaskan Gambaryan atau menahannya lebih lama untuk penyelidikan lebih lanjut.