Changpeng “CZ” Zhao, salah satu pendiri Binance, mengumumkan donasi sebesar 500 BNB masing-masing untuk Thailand dan Myanmar sebagai bantuan bagi korban bencana alam. Bantuan ini diberikan setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang wilayah tersebut, menyebabkan kerusakan parah serta menelan banyak korban jiwa.
Dalam unggahan di akun X (sebelumnya Twitter) pada 28 Maret 2025, Zhao menyatakan bahwa jika tidak ada platform donasi berbasis blockchain yang sesuai, dana tersebut akan disalurkan melalui Binance dan Binance Thailand. Ia juga menyampaikan harapannya agar semua orang di Thailand dan Myanmar dalam keadaan selamat serta dapat segera bangkit dari bencana ini.
Gempa bumi yang terjadi pada 28 Maret itu memiliki episentrum sekitar 16 kilometer dari Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Laporan terbaru menyebutkan bahwa sedikitnya 144 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya mengalami luka-luka. Kepala junta Myanmar, Min Aung Hlaing, telah meminta bantuan dari negara-negara lain untuk mendukung upaya pemulihan pasca-bencana.
Donasi dalam bentuk aset kripto semakin menjadi pilihan dalam situasi darurat karena berbagai keunggulannya, seperti efisiensi lintas batas, biaya transaksi rendah, serta waktu penyelesaian yang cepat. Sebelumnya, donasi kripto juga digunakan dalam berbagai situasi bencana lainnya, termasuk gempa bumi di Turki dan Suriah pada Februari 2023. Selain itu, platform The Giving Block juga berhasil mengumpulkan lebih dari $1 juta untuk korban kebakaran hutan di Maui pada tahun yang sama serta memulai penggalangan dana bagi mereka yang terdampak kebakaran di California pada Januari 2024.
Langkah yang diambil Zhao dan Binance ini semakin menegaskan peran kripto dalam membantu korban bencana secara global, memberikan alternatif yang cepat dan transparan bagi individu dan organisasi yang ingin memberikan bantuan.