Kamis, April 3, 2025
BerandaFainancePeluncuran Libra yang Menyesatkan Berujung Gugatan Class Action di AS

Peluncuran Libra yang Menyesatkan Berujung Gugatan Class Action di AS

Date:

Related stories

Kebijakan Donald Trump Dinilai Berisiko Mengancam Dominasi Dolar AS di Pasar Global

Kebijakan ekonomi yang diusung oleh Donald Trump kembali menjadi...

Pasar Kripto Melejit di Tengah Ancaman Resesi Global

Pasar cryptocurrency mengalami lonjakan signifikan seiring dengan semakin luasnya...

Strategy Tambah 130 Bitcoin Lagi, Total Kepemilikan Hampir 500.000 BTC

Perusahaan Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, kembali menambah...

Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Akan Turun ke $70.000 Sebelum Kembali Bullish

Arthur Hayes, mantan CEO platform perdagangan kripto BitMEX, memprediksi...

Skandal seputar peluncuran cryptocurrency $Libra, yang sempat dipromosikan oleh Presiden Argentina Javier Milei, kini berbuntut pada gugatan class action di Amerika Serikat. Gugatan ini diajukan oleh firma hukum Burwick Law di New York terhadap beberapa individu dan entitas internasional yang diduga berada di balik proyek tersebut. Terdakwa dalam kasus ini mencakup keluarga Davis dari Kelsier Ventures, Julian Peh dari KIP Protocol, Benjamin Chow, serta platform Meteora.

Gugatan ini menuduh bahwa para terdakwa telah melakukan praktik peluncuran yang menyesatkan, menyebabkan kerugian besar bagi investor yang telah membeli $Libra dengan harapan mendapatkan keuntungan. Awalnya, $Libra dipromosikan sebagai inisiatif ekonomi yang akan membantu mendorong pertumbuhan di Argentina melalui pendanaan bagi usaha kecil, startup, serta proyek pendidikan. Namun, setelah mengalami lonjakan harga di tahap awal, nilai $Libra tiba-tiba anjlok ketika para penciptanya menarik diri dari proyek tersebut. Situasi ini menyebabkan banyak investor mengalami kerugian besar dan menimbulkan kekecewaan luas.

Menurut gugatan yang diajukan, tim di balik $Libra diduga sengaja menciptakan kesan stabilitas dan nilai pasar yang lebih tinggi dari kenyataan. Mereka diklaim telah menahan sekitar 85% dari total pasokan token saat peluncuran, sehingga dapat mengontrol pergerakan harga secara artifisial. Hal ini memicu spekulasi bahwa peluncuran $Libra hanyalah strategi yang dirancang untuk menarik investor sebelum akhirnya mereka ditinggalkan tanpa kepastian.

Gugatan class action ini menjadi salah satu contoh terbaru dari meningkatnya pengawasan hukum terhadap industri cryptocurrency. Dengan semakin banyaknya kasus seperti ini, desakan untuk regulasi yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih baik terhadap proyek-proyek kripto semakin menguat. Para investor yang merasa dirugikan berharap bahwa langkah hukum ini akan membawa keadilan dan kompensasi atas kerugian yang mereka alami.

Sementara itu, skandal ini juga memberikan dampak politik, khususnya bagi pemerintahan Javier Milei. Keterlibatannya dalam promosi $Libra telah menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan pertanggungjawaban pemimpin Argentina terhadap proyek-proyek keuangan yang didukungnya. Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, masa depan $Libra serta dampaknya terhadap industri kripto global masih menjadi tanda tanya besar.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories