Senator Amerika Serikat dari negara bagian Texas, Ted Cruz, kembali menunjukkan dukungannya terhadap industri kripto dengan mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) baru yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan energi gas terbuang oleh penambang aset digital.
RUU yang diberi nama Facilitate Lower Atmospheric Released Emissions (FLARE) Act ini diperkenalkan pada 1 April 2025. Tujuan utamanya adalah mendorong penggunaan gas alam yang selama ini dibakar (flare gas) atau dilepaskan ke atmosfer untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam aktivitas produktif—termasuk penambangan Bitcoin.
“RUU ini adalah bagian dari visi kami menjadikan Texas sebagai pusat penambangan Bitcoin nomor satu di dunia,” kata Ted Cruz dalam pernyataan resminya.
Insentif Pajak dan Fokus Lingkungan
Dalam isi RUU tersebut, Cruz mengusulkan agar ada insentif pajak bagi para pelaku industri, termasuk penambang kripto, yang berhasil memanfaatkan gas terbuang menjadi energi yang berguna. Properti atau proyek yang memenuhi syarat dan mulai beroperasi pada tahun 2026 akan memenuhi ketentuan insentif ini.
Langkah ini juga mendapat sambutan positif dari pelaku industri. Perusahaan penambangan kripto seperti MARA Holdings menyambut baik inisiatif tersebut melalui akun media sosial mereka, menyebutnya sebagai cara cerdas untuk mengurangi emisi sekaligus memanfaatkan energi yang selama ini terbuang sia-sia.
Batasan untuk Entitas Asing
RUU FLARE juga mencantumkan ketentuan khusus yang melarang entitas asing dari negara seperti China, Iran, Korea Utara, dan Rusia untuk mendapatkan keuntungan dari insentif ini. Ketentuan ini dianggap sebagai upaya menjaga dominasi dan keamanan nasional Amerika Serikat dalam sektor energi dan teknologi blockchain.
Dukungan Konsisten dari Cruz untuk Industri Kripto
Senator Ted Cruz dikenal sebagai salah satu politisi AS yang vokal mendukung kripto. Pada Maret lalu, ia juga mengajukan RUU untuk mencegah Federal Reserve AS menerbitkan mata uang digital bank sentral (CBDC). Bahkan pada Agustus 2024, Cruz diketahui memiliki investasi pribadi dalam Bitcoin senilai hingga $100.000.
Texas saat ini merupakan salah satu wilayah paling ramah bagi aktivitas penambangan kripto. Sejumlah perusahaan besar seperti Riot Platforms, MARA, dan CleanSpark telah beroperasi di negara bagian ini berkat dukungan regulasi dan ketersediaan sumber energi yang melimpah.
Tantangan Legislasi
Meskipun RUU FLARE mendapat dukungan dari komunitas kripto dan sebagian pelaku industri energi, belum jelas apakah usulan ini akan menjadi prioritas dalam agenda legislatif Senat AS. Saat ini, Kongres juga tengah membahas berbagai RUU lain yang terkait dengan regulasi stablecoin, kerangka kerja pasar kripto, hingga pelarangan penerbitan CBDC.
Jika disahkan, RUU ini tak hanya akan berdampak pada industri penambangan kripto, tetapi juga menjadi terobosan dalam pemanfaatan energi yang ramah lingkungan dan efisien.