Jumat, April 4, 2025
BerandaFainanceSenator Ted Cruz Ajukan RUU FLARE untuk Dorong Penambang Kripto Manfaatkan Gas...

Senator Ted Cruz Ajukan RUU FLARE untuk Dorong Penambang Kripto Manfaatkan Gas Terbuang di Texas

Date:

Related stories

Kebijakan Donald Trump Dinilai Berisiko Mengancam Dominasi Dolar AS di Pasar Global

Kebijakan ekonomi yang diusung oleh Donald Trump kembali menjadi...

Pasar Kripto Melejit di Tengah Ancaman Resesi Global

Pasar cryptocurrency mengalami lonjakan signifikan seiring dengan semakin luasnya...

Peluncuran Libra yang Menyesatkan Berujung Gugatan Class Action di AS

Skandal seputar peluncuran cryptocurrency $Libra, yang sempat dipromosikan oleh...

Strategy Tambah 130 Bitcoin Lagi, Total Kepemilikan Hampir 500.000 BTC

Perusahaan Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, kembali menambah...

Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Akan Turun ke $70.000 Sebelum Kembali Bullish

Arthur Hayes, mantan CEO platform perdagangan kripto BitMEX, memprediksi...

Senator Amerika Serikat dari negara bagian Texas, Ted Cruz, kembali menunjukkan dukungannya terhadap industri kripto dengan mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) baru yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan energi gas terbuang oleh penambang aset digital.

RUU yang diberi nama Facilitate Lower Atmospheric Released Emissions (FLARE) Act ini diperkenalkan pada 1 April 2025. Tujuan utamanya adalah mendorong penggunaan gas alam yang selama ini dibakar (flare gas) atau dilepaskan ke atmosfer untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam aktivitas produktif—termasuk penambangan Bitcoin.

“RUU ini adalah bagian dari visi kami menjadikan Texas sebagai pusat penambangan Bitcoin nomor satu di dunia,” kata Ted Cruz dalam pernyataan resminya.

Insentif Pajak dan Fokus Lingkungan

Dalam isi RUU tersebut, Cruz mengusulkan agar ada insentif pajak bagi para pelaku industri, termasuk penambang kripto, yang berhasil memanfaatkan gas terbuang menjadi energi yang berguna. Properti atau proyek yang memenuhi syarat dan mulai beroperasi pada tahun 2026 akan memenuhi ketentuan insentif ini.

Langkah ini juga mendapat sambutan positif dari pelaku industri. Perusahaan penambangan kripto seperti MARA Holdings menyambut baik inisiatif tersebut melalui akun media sosial mereka, menyebutnya sebagai cara cerdas untuk mengurangi emisi sekaligus memanfaatkan energi yang selama ini terbuang sia-sia.

Batasan untuk Entitas Asing

RUU FLARE juga mencantumkan ketentuan khusus yang melarang entitas asing dari negara seperti China, Iran, Korea Utara, dan Rusia untuk mendapatkan keuntungan dari insentif ini. Ketentuan ini dianggap sebagai upaya menjaga dominasi dan keamanan nasional Amerika Serikat dalam sektor energi dan teknologi blockchain.

Dukungan Konsisten dari Cruz untuk Industri Kripto

Senator Ted Cruz dikenal sebagai salah satu politisi AS yang vokal mendukung kripto. Pada Maret lalu, ia juga mengajukan RUU untuk mencegah Federal Reserve AS menerbitkan mata uang digital bank sentral (CBDC). Bahkan pada Agustus 2024, Cruz diketahui memiliki investasi pribadi dalam Bitcoin senilai hingga $100.000.

Texas saat ini merupakan salah satu wilayah paling ramah bagi aktivitas penambangan kripto. Sejumlah perusahaan besar seperti Riot Platforms, MARA, dan CleanSpark telah beroperasi di negara bagian ini berkat dukungan regulasi dan ketersediaan sumber energi yang melimpah.

Tantangan Legislasi

Meskipun RUU FLARE mendapat dukungan dari komunitas kripto dan sebagian pelaku industri energi, belum jelas apakah usulan ini akan menjadi prioritas dalam agenda legislatif Senat AS. Saat ini, Kongres juga tengah membahas berbagai RUU lain yang terkait dengan regulasi stablecoin, kerangka kerja pasar kripto, hingga pelarangan penerbitan CBDC.

Jika disahkan, RUU ini tak hanya akan berdampak pada industri penambangan kripto, tetapi juga menjadi terobosan dalam pemanfaatan energi yang ramah lingkungan dan efisien.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories