Bitcoin (BTC) mengalami stagnasi setelah reli panjang, sementara emas mencetak rekor harga baru, menunjukkan perbedaan tren yang semakin jelas di antara kedua aset tersebut. Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang diperbarui serta rilis data ekonomi yang mempengaruhi pasar keuangan secara luas.
Bitcoin Tertahan, Investor Berhati-hati
Bitcoin mengalami pergerakan harga yang tidak menentu pada pembukaan pasar Wall Street, dengan BTC/USD menunjukkan volatilitas tinggi. Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView menunjukkan bahwa pergerakan ini sejalan dengan kinerja pasar saham AS yang juga bergerak dalam ketidakpastian.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga BTC adalah revisi data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat 2024. Angka yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, mencapai 2,3%, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari ekspektasi. Selain itu, jumlah klaim pengangguran baru yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam jangka pendek.
Namun, investor kripto masih mencermati langkah-langkah kebijakan perdagangan AS yang diumumkan oleh mantan Presiden Donald Trump. Salah satu kebijakan terbaru yang disorot adalah tarif tambahan terhadap mobil impor, yang diperkirakan akan mulai berlaku pada 2 April. Kebijakan ini dapat mempengaruhi pasar global, mengingat ekspor mobil dari Inggris ke AS sendiri mencapai angka $10 miliar per tahun. Ketidakpastian ini menjadi faktor yang dapat memperlambat momentum kenaikan Bitcoin.
Emas Melesat ke Rekor Baru
Di tengah ketidakpastian di pasar kripto dan saham, emas justru mencatatkan kenaikan signifikan. Harga emas (XAU/USD) melonjak ke level tertinggi sepanjang masa, mencapai $3.059 per ons pada 27 Maret. Tren ini mencerminkan pergeseran sentimen investor yang mencari aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi.
Menurut laporan dari The Kobeissi Letter, nilai pasar emas telah bertambah lebih dari $7 triliun dalam 12 bulan terakhir dan kini mendekati kapitalisasi pasar sebesar $21 triliun. Lonjakan ini menegaskan peran emas sebagai aset lindung nilai yang tetap diminati, terutama dalam kondisi ekonomi yang penuh gejolak.
Prediksi Harga Bitcoin: Apakah BTC Akan Bangkit?
Meski tertahan dalam beberapa hari terakhir, para analis masih optimis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Seorang trader populer, Titan of Crypto, memperkirakan BTC bisa mengalami breakout signifikan, dengan target harga mencapai $91.000 dalam waktu dekat. Analisis ini didasarkan pada pola grafik 4 jam BTC/USD yang menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut.
Sementara itu, analis lain seperti Mikybull Crypto bahkan menargetkan harga BTC bisa mencapai $112.000 jika tren bullish berlanjut. Pendapat serupa juga datang dari Merlijn The Trader, yang mengamati perubahan struktur pasar dan menyebutnya sebagai indikasi awal dari lonjakan harga yang lebih besar.
Namun, meski optimisme tetap tinggi, para investor tetap disarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, mengingat volatilitas pasar kripto yang masih tinggi dan berbagai faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pergerakan harga.